PENGETAHUAN TENTANG HAJI

A. Pengertian Haji

Sengaja datang ke Mekah, mengunjungi Ka’bah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

——————————————————————————–

Keutamaan Haji

  1. Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagi yang mampu.
  2. Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.
  3. Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah SWT.
  4. Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa.Ada dosa yang yang hanya dapat ditebus dengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.
  5. Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.
  6. Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.

B. Jenis Haji Pelaksanaan

Haji Tamattu

Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Umroh
b. Ihram lagi dari miqat untuk Haji
c. Membayar Dam
d. Disunatkan Tawaf Qudum

——————————————————————————–

Haji Ifrad

Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Haji
b. Ihram lagi dari miqat untuk Umroh
c. Tidak membayar Dam

——————————————————————————–

Haji Qiran

Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Haji dan Umroh
b. Melakukan semua pekerjaan haji
c. Membayar Dam

URUTAN PELAKSANAAN HAJI TAMATTU

——————————————————————————–

  1. Ihram utk Umroh
  2. Tawaf (dlm rangka Umroh)
  3. Sai (dalam rangka Umroh)
  4. Tahallul
  5. Ihram utk Haji
  6. Bermalam di Mina
  7. Wukuf di Arafah
  8. Bermalam di Muzdalifah
  9. Melontar Jumroh Aqabah
  10. Menyembelih binatang Hadyu
  11. Bercukur bersih atau Memendekkan rambut
  12. Tawaf Ifadah
  13. Sai
  14. Bermalam di Mina
  15. Melontar Jumroh
  16. Tawaf Wada

HAJI TAMATTU – PENJELASAN DETAIL

C. Rukun Haji

Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah

Rukun Haji :

  1. Ihram – Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat
  2. Wukuf di Arafah – Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah
  3. Tawaf Ifadah – Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah
  4. Sa’i – Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah
  5. Tahallul – Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i
  6. Tertib – Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal

——————————————————————————–

D. Wajib Haji

Wajib Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan padaIbadah Haji, jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda)

Wajib Haji

  1. Niat Ihram – Dilakukan setelah berpakaian Ihram
  2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah – pada tgl 9 Zulhijah, dalam perjalanan dari Arafah ke Mina
  3. Melempar jumroh Aqabah – Pada tanggal 10 Zulhijah
  4. Mabit di Mina – Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
  5. Melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah – Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
  6. Tawaf Wada Melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Makkah,

Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat Ihram —

E. Larangan saat Ihram

  1. Tidak boleh memotong dan mencabut rambut, memotong kuku, menggaruk sampai  kulit   terkelupas atau mengeluarkan darah
  2. Tidak boleh menggunakan parfum, termasuk parfum yang ada pada sabun
  3. Tidak boleh bertengkar
  4. Tidak boleh bermesraan
  5. Tidak boleh berhubungan suami isteri
  6. Tidak boleh berkata yang tidak baik, berkata porno
  7. Tidak boleh menikah atau menikahkan
  8. Tidak boleh berburu atau membantu berburu
  9. Tidak boleh membunuh binatang (kecuali mengancam jiwa), memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganggu kehidupan mahluk.
  10. Tidak boleh ber make-up
  11. Pria tidak boleh : memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit dan tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki
  12. Wanita tidak boleh : menutup wajah dan memakai sarung tangan sehingga menutup telapak tangan

F. Persiapan Ibadah Haji

  1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada    sesama manusia.
  2. Mempersiapkan mental utk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan ketangguhan, keikhlasan dan ketawakkalan atau kepasrahan kepada Allah SWT.
  3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan.
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
  5. Melaksanakan janji yang pernah dinyatakan.
  6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga.
  7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
  8. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, khususnya manasik haji.
  9. Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama dalam perjalanan haji.
  10. Mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dianggap perlu, diantaranya
  • :Perlengkapan Pria
    1. Baju sehari-hari secukupnya
    2. Kain Ihram 1 atau 2 stel
    3. Ikat pinggang
    4. Keperluan mandi
    5. Kain sarung, 2 buah
  • Perlengkapan Wanita
    1. Mukena atas saja, minimal 2 buah
    2. Tunik putih atau rok putih utk ihram 2 buah
    3. Baju sehari-hari secukupnya
    4. Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah
    5. Kaos kaki sekitar 6 pasang
  • Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
    1. Mantel utk tidur (bagi yang tidak kuat AC)
    2. Selimut tipis
    3. sandal jepis 2 pasang
    4. Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah
    5. Kaos kaki sekitar 6 pasang
    6. Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tdk mudah lepas
    7. Obat-obatan pribadi
    8. Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah
    9. Gunting kecil utk Tahallul
    10. Payung
    11. Senter
    12. Biaya utk dam, kurban dsb.

G. Haji Mabrur

Beberapa Indikator Haji Mabrur al :

1. Indikator Saat Ibadah Haji

Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib          (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.

Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.

Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

2. Indikator Setelah Ibadah Haji

Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.

Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid’ah dsb.

Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat.

Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda’wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma’ruf dengan cara yang ma’ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar.

Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.

Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.

Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.

Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.

Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa.

Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan “Izzul Islam wal Muslimin”.

H. Tips Pelaksanaan Ibadah Haji

Tips Bugar Saat Ibadah

  1. Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
  2. Kurangi kegiatan yang tak perlu
  3. Istirahat dan tidur cukup
  4. Makan bergizi dan teratur
  5. Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air

Tips hindari sakit Batuk

  1. Bawa pakaian hangat
  2. Gunakan penghangat leher
  3. Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
  4. Jangan minum dingin

Tips hindari Influenza

  1. Imunisasi
  2. Jaga kebersihan
  3. Istirahat cukup
  4. Makan buah dan sayur
  5. Pakai masker

Tips menahan dingin

  1. Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
  2. Pakai baju hanoman
  3. Pakai krim pelembab
  4. Sering minum
  5. Banyak makan buah

Tips barang bawaan

  1. Alas kaki
  2. Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
  3. Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
  4. Semprotan air
  5. Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
  6. Masker
  7. Handuk kecil
  8. “Topi Joshua”
  9. Tas ransel
  10. Peniti
  11. Alat tulis
  12. Buku
  13. Tustel
  14. Krim pelembab

Tips Membawa Barang

  1. Barang bawaan maksimal 35 kg
  2. Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
  3. Jangan membawa barang-barang yang terlarang
  4. Ikat koper dengan rapi
  5. Tandai koper dengan tanda tertentu

Awas copet

  1. Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:
  2. Daerah sekitar pelataran masjid
  3. Seputaran Ka’bah dan
  4. Tempat Tahalul (Marwah).

Tips Saat Tawaf Qudum

Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.

Tips Agar tak Tersesat

  1. Hafalkan lokasi pondokan
  2. Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
  3. Berangkat dengan rombongan
  4. Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
  5. Cari petugas haji
  6. Bawa tanda pengenal
  7. Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.

Tips masuk masjid agar tak tersesat

  1. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  2. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  3. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  4. Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  5. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
  6. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  7. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.

Tips Mencium Hajar Aswad

  1. Ambil waktu yang kondisi sekitar ka’bah tidak terlalu padat
  2. Pastikan fisik kuat
  3. Jangan bawa barang berharga
  4. Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  5. Jangan gunakan joki
  6. Tidak lama-lama
  7. Hindari menyakiti sesama jamaah

Tips Tawaf dan Sa`i

  1. Hafalkan do’a-do’a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  2. Berangkat dalam rombongan
  3. Makan sebelum berangkat
  4. Buat kelompok kecil
  5. Sepakati lokasi pertemuan
  6. Hindari waktu padat
  7. Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat

Tips Menyimpan Uang

  1. Tukarkan dengan uang pecahan
  2. Jangan letakkan uang di satu tempat
  3. Jangan buka dompet di tempat umum
  4. Titipkan di safety box jika banyak
  5. Ke masjid bawa uang secukupnya

Tips di Pondokan

  1. Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
  2. Jangan naik lift sendiri
  3. Simpan barang di tempat aman
  4. Matikan peralatan listrik jika pergi
  5. Matikan peralatan masak jika pergi
  6. Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
  7. Buat denah pondokan

Kebugaran saat ibadah haji

  1. Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
  2. Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
  3. Olahraga ringan setiap pagi

Tip Shalat di Masjid Nabawi

  1. Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
  2. Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
  3. Hindari shalat di pelataran masjid
  4. Ingat nomor rak sandal

Tips nyaman beribadah

  1. Jangan tergantung pembimbing
  2. Mantapkan tata cara berhaji
  3. Hafalkan doa-doa
  4. Buat kelompok kecil
This entry was posted in Haji and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s